Rabu, 17 Desember 2008

Menjadi Terdepan

Sebuah Bukti Mengikuti-Nya
Bacaan : Yohanes 20:1-18; Markus 16:9
Pernahkah ibu-ibu mendengar atau bahkan melihat seorang pelacur?
Mengapa pelacur itu mau melacurkan dirinya?
Bagaimanakah pandangan ibu-ibu terhadap pelacur tersebut? (Sharingkan pengalaman ibu-ibu!)

Kisah Maria Magdalena
Belajar dari seorang wanita yang bernama Maria Magdalena. Dalam film ”The Bible: Close to Jesus, Mary Magdalena”, dia digambarkan sebagai wanita yang telah diceraikan oleh suaminya dan diusir dari rumahnya di tanah Magdala. Maria menyimpan dendam untuk membalas perlakuan suaminya.

Dia menjadi seorang pelacur bagi laki-laki yang dianggapnya akan dapat membantunya melakukan pembalasan. Namun, laki-laki itu telah menodainya dan pergi meninggalkannya. Bahkan, menyerahkannya kepada prajurit untuk bersama-sama merampas kehormatan Maria. Hidupnya kian lama kian hancur. Ia pernah mencoba untuk bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri ke danau. Namun, untunglah ditolong oleh Yesus dan murid-muridNya yang sedang menjala ikan.

Sebenarnya beberapa kali, Yohanes Pembaptis telah memberitahukan kepadanya agar dia bertobat dan mengampuni. Namun, tetap saja dia kurang percaya. Bahkan menganggap semua laki-laki adalah jahat. Dapat dikatakan, dia trauma dengan laki-laki. Hingga suatu ketika Maria menyadari bahwa Yesus berbeda dengan laki-laki lainnya. Yesus terlihat sangat mengasihinya. Dosa-dosanya telah diampuni. Kemudian, Maria mengikuti Yesus dengan cara hidup yang baru. Bahkan Maria berjalan di garis paling depan. Kini terlihat, Maria begitu mengasihi Yesus dengan amat sangat.

Bukti bahwa Maria sangat mengasihi Yesus terlihat dalam injil Yohanes 20:1-18. Nampaknya penulis injil hanya menerangkan beberapa hal mengenai Maria Magdalena.

Ayat 1, ”...pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu...” menandakan bahwa dia terlihat mengutamakan Yesus. Untuk apa dia pergi pada pagi-pagi benar, kalau tidak karena dia mengasihiNya. Terbukti, dialah orang pertama tiba di makam.

Namun, ayat 2, menyatakan bahwa Maria terkesan kurang percaya akan kebangkitan Yesus. Pantas saja karena pada ayat 9 tertulis, ”Sebab selama itu mereka belum mengerti isi kitab suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati”. Dan pada ayat 11,”Maria berdiri dekat kubur dan menangis...”. Terkesan kembali bahwa Maria kurang percaya. Hingga pada ayat 12, datanglah dua malaikat. Tugas mereka adalah untuk menantang Maria ketika dia menangis. Mereka tidak mengutarakan kata-kata penghiburan dan pemberian semangat. Dalam pikiran Maria yang mengambil tubuh Yesus satu-satunya adalah penunggu taman. Ayat 15, ketika Yesus mengajukan pertanyaan sama seperti para malaikat, Maria menganggap bahwa orang itu penunggu taman. Lalu, ayat 16, Yesus memanggilnya Maria. Seketika itu, Maria mengenal suara Yesus dan memanggilNya :”Rabuni” artinya guru. Dalam hal ini terdapat tekanan pada hubungan pribadi (bandingkan dengan ”Tuhanku” ayat 13).

Ketidakpercayaan itu tidak berlangsung lama dan terlebih tidak mengubah kasih Maria Magdalena kepada Yesus. Pada ayat 17, nyatanya Maria ingin merangkul Yesus tetapi Yesus tidak mengizinkannya. Selanjutnya Maria justru diperintahkan untuk memberitahukan kepada saudara-saudara lainnya. Ayat 18 pun menyatakan bahwa Maria melakukan perintahNya karena kasihnya yang amat besar kepada Yesus. Bahkan Yesus menunjukkan diri-Nya pertama kali pada Maria Magdalena (Markus 16:9). Maria sangat mengasihi Yesus karena Yesus terlebih dulu mengasihinya. Inilah sebuah bukti mengikuti-Nya.

Bagaimanakah seandainya kita menjadi Maria Magdalena?
Nugraheni Siwi Rumanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar